Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani buka-bukaan terkait alasan badan pengelola investasi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 lalu belum juga mengumumkan laporan keuangan.Rosan menjelaskan laporan keuangan Danantara berbeda dengan perusahaan pada umumnya. Hal ini karena merupakan hasil konsolidasi seluruh laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaannya.Dalam hal ini, menurutnya sebagian BUMN yang bersifat terbuka (Tbk.) alias terdaftar di bursa saham sudah menyampaikan laporan keuangannya terakhir pada Maret 2026 sesuai ketentuan yang berlaku. Namun untuk BUMN yang bersifat tertutup, laporan keuangan paling lambat baru dilaporkan akhir bulan ini.

"Kan kita konsolidasikan, itu seribu perusahaan lebih, itu yang pertama ya. Nah, sesuai undang-undang PT, bahwa laporan keuangan itu, kalau itu bukan perusahaan Tbk. adalah sampai akhir Juni," jelas Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).Artinya sampai saat ini Danantara masih harus menghimpun seluruh laporan-laporan keuangan khususnya dari BUMN yang bersifat tertutup. Bersamaan dengan itu dilakukan konsolidasi atau penggabungan menjadi satu laporan utuh milik Danantara."Kalau perusahaan Tbk., ya memang akhir Maret sudah harus melakukan laporan keuangan. Jadi, kita dikonsolidasi seribu perusahaan dan secara peraturan memang akhir Juni kan harus baru memberikan laporan keuangan," ujar Rosan.Dalam konteks ini Rosan menegaskan seluruh data keuangan yang diperlukan juga telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang nantinya akan melakukan proses audit terhadap Danantara."Kemudian ini kita juga sudah serahkan datanya juga semua itu ke BPK karena BPK adalah yang akan melakukan audit di kami," ujarnya.Meski laporan keuangan audit masih dalam proses, Rosan mengatakan Danantara selama ini sudah menjalankan transparansi informasi kepada para investor atau calon investor baru dalam berbagai pertemuan dan roadshow."Nah tapi ini kan kalau pada saat kita melakukan roadshow, data-data kita kasih tahu mereka. Mereka juga nggak mungkin investasi tanpa melihat keuangan kita. Tapi mereka juga memahami sekali bahwa ini (audit) untuk Danantara dilakukan oleh BPK," tuturnya."Selama ini saya tekankan transparansi kok. Jadi kita tampilkan data-data kita, dan mereka (investor) juga bisa melihat, mereka juga bisa menghitung, mereka bisa menganalisa mengenai laporan keuangan yang kita keluarkan, kita laporkan, walaupun itu belum diaudit oleh BPK," jelas Rosan lagi.