SEMARANG, KOMPAS.com – Dialog bertajuk “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” di Semarang diwarnai pertanyaan kritis dari kalangan mahasiswa kepada Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI, Budiman Sudjatmiko, Jumat (12/6/2026) siang.
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Semarang, Bima Prayuda, mempertanyakan konsistensi Budiman yang kini berada di dalam lingkaran pemerintahan setelah lama dikenal sebagai aktivis.“Apakah Bung Budiman masuk sistem dengan menjinakkannya, atau sistem yang menjinakkan Bapak?” ujar Bima saat tanya jawab di Kafka Forum di Semarang.
Baca juga: Budiman Sudjatmiko: Anak SD di NTT Bunuh Diri Jadi Wake Up Call Pemerintah
Suasana sempat memanas sekitar pukul 14.30 WIB saat Ketua HMI Komisariat FISIP Undip, Muhammad Rafli Susanto, mengecam narasi idealisme yang disampaikan Budiman.
“Bapak jangan bicara soal keidealan negara kalau bapak tidak pernah memikirkan ide atau solusi yang menyentuh akar rakyat, seperti persoalan petani Pundenrejo, pikirkan hal demikian, jangan cacat logika terus,” lontar Rafli.











