Badung - DANA Indonesia memanfaatkan teknologi digital untuk mengampanyekan pelestarian laut sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Salah satunya melalui fitur Ocean Buddy yang tersedia di aplikasi DANA.Director of Communications DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan upaya menjaga lingkungan tetap membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat."Teknologi dan inovasi digital memang dapat mempercepat perubahan. Namun, perubahan yang berkelanjutan juga membutuhkan kesadaran dari setiap individu untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama," kata Olavina dalam konferensi pers usai bersih-bersih sampah di Pantai Petitenget, Badung, Bali, Jumat (13/6/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui fitur Ocean Buddy. Lewat permainan interaktif itu, pengguna dapat belajar mengenai pelestarian laut sambil mengumpulkan poin yang kemudian dikonversi menjadi dukungan terhadap program konservasi hiu paus di pesisir selatan Pulau Jawa melalui kerja sama dengan Ant International dan Conservation International."Ocean Buddy merupakan salah satu upaya kami untuk mengedukasi sekaligus mengajak jutaan pengguna DANA agar turut berpartisipasi dalam menjaga ekosistem laut Indonesia, khususnya perlindungan hiu paus di pesisir selatan Pulau Jawa," ujarnya.Olavina mengatakan, DANA selama ini telah menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan melalui aplikasi. Namun, perusahaan juga ingin memperluas komitmen tersebut melalui kegiatan secara langsung bersama para pemangku kepentingan."Sebenarnya kami sudah melakukan komitmen di dalam aplikasi kami sendiri, tapi mungkin yang di offline-nya belum. Makanya ada kesempatan hari ini kita lakukan juga," katanyaKomitmen tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih Pantai Petitenget yang digelar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Bali, hingga banyak para relawan.Olavina mengatakan persoalan lingkungan juga memiliki dampak terhadap perekonomian. Mengutip hasil kajian KKP, ia menyebut sampah laut dapat menekan pendapatan nelayan hingga 30% akibat terganggunya aktivitas melaut."Karena kami bergerak di ekonomi digital, kami juga melihat bagaimana ekonomi bakal terdampak kalau lingkungannya rusak. Dari hasil penelitian KKP, sampah membuat pendapatan nelayan bisa berkurang sampai 30%. Kalau penghasilannya berkurang, mereka tidak bisa belanja, ekonomi digital juga terpengaruh," ujarnya.Selain mengampanyekan pelestarian laut, DANA juga terus mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan melalui program SisBerdaya.Olavina mengatakan program yang kini memasuki tahun keempat itu memberikan pendampingan kepada UMKM perempuan, termasuk penyandang disabilitas, melalui pelatihan, mentoring, business matching, hingga kompetisi yang memberikan bantuan modal usaha bagi para pemenang."Ekonomi digital di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari UMKM. Kontribusi UMKM lebih dari 60% terhadap PDB, dan lebih dari 60% UMKM dikelola oleh perempuan. Tapi perempuan kadang masih kesulitan mendapatkan akses, baik akses kredit, pemberdayaan, maupun pelatihan. Karena itu kami menghadirkan SisBerdaya," ujar Olavina.











