Manila -
Filipina dan China kembali terlibat perselisihan mengenai sengketa di Laut China Selatan. Manila mendesak Beijing untuk menyingkirkan struktur terapung yang ditempatkan di Scarborough Shoal, dan menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan atol tersebut diubah menjadi pulau buatan.Pemerintah Filipina, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/6/2026), telah melayangkan protes diplomatik terhadap China pada Selasa (9/6) atas keberadaan apa yang mereka gambarkan sebagai "platform bergerak". Menurut Penjaga Pantai Filipina, platform itu kemungkinan besar dikerahkan oleh kapal penelitian China."Dari sudut pandang pertahanan dan keamanan, kami melakukan apa yang kami bisa untuk menjalankan mandat kami, dan itu termasuk mencegah Bajo de Masinloc dikembangkan menjadi pulau buatan lainnya," kata juru bicara Angkatan Laut Filipina, Roy Trinidad, menggunakan nama lokal untuk Scarborough Shoal.
Para pejabat keamanan Filipina membagikan foto-foto struktur terapung itu dalam konferensi pers pada Rabu (10/6) waktu setempat. Foto-foto itu menunjukkan sebuah platform berbentuk persegi, dengan beberapa orang ada di atasnya dan sebuah antena ada di bagian tengah. Struktur itu tampaknya dibangun dari papan kayu yang membentuk dek tengah, dikelilingi oleh alat apung berbentuk silinder yang terpasang di sekelilingnya.China belum mengonfirmasi atau membantah bahwa mereka bertanggung jawab atas struktur terapung tersebut.Namun Kementerian Luar Negeri China, pada Selasa (9/6), menegaskan kembali bahwa Beijing memiliki "kedaulatan yang tak terbantahkan" atas Scarborough Shoal, dan mengatakan bahwa aktivitas China di sana, termasuk penelitian ilmiah, adalah sah.Reuters sebelumnya memperoleh citra satelit yang mengonfirmasi keberadaan platform tersebut, meskipun citra satelit yang diambil pada 1 Juni menunjukkan platform itu tidak lagi berada di Scarborough Shoal. Penjaga Pantai Filipina menyebut platform itu tetap berada di atol tersebut.












