WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Ariana Grande, meminta Gedung Putih berhenti menggunakan musiknya setelah dipakai dalam video media sosial yang mempromosikan kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Grande mengecam penggunaan lagunya tersebut dan menyebut konten itu sebagai sesuatu yang “barbar, tidak manusiawi, dan keji”.Video yang diunggah Gedung Putih melalui TikTok pada awal pekan ini menampilkan agen perbatasan federal menangkap, memborgol sejumlah orang, lalu memasukkan mereka ke pusat penahanan.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun Ke-80, Trump Gelar UFC di Gedung Putih

Dalam video tersebut, lagu hit Grande tahun 2024 berjudul “Bye” digunakan sebagai latar musik.

Unggahan itu diberi keterangan, “Bye-bye... Presiden Trump telah menghadirkan perbatasan paling aman dalam sejarah.”