WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai sorotan setelah menanggapi lonjakan inflasi konsumen yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada Mei.
Di tengah kenaikan harga energi yang disebut berkaitan dengan perang AS-Israel terhadap Iran, Trump justru mengatakan, “Angkanya bagus. Saya suka inflasi."Komentar tersebut langsung dimanfaatkan oleh Demokrat, yang menjadikan kenaikan harga sebagai salah satu isu utama dalam kampanye mereka untuk merebut kendali Kongres pada pemilu sela November.
Baca juga: Sempat Diragukan Trump, Netanyahu Pastikan Maju Lagi dalam Pemilu Israel
Inflasi AS naik ke level tertinggi sejak 2023
Data indeks harga konsumen (CPI) menunjukkan inflasi AS naik menjadi 4,2 persen secara tahunan pada Mei, meningkat dari 3,8 persen pada bulan sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak April 2023.










