Jakarta -
Militer Pakistan kembali melancarkan serangan udara mematikan di negara tetangganya, Afghanistan. Pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang. Ini merupakan serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir dan setelah periode relatif tenang."Semalam, militer Pakistan kembali melanggar wilayah udara Afghanistan dan membombardir rumah-rumah warga sipil di provinsi Kunar, Khost, dan Paktika," tulis juru bicara utama pemerintahan Taliban di Afghanistan, Zabihullah Mujahid di media sosial X."Akibat serangan ini, 11 anak-anak, satu wanita, dan satu pria lanjut usia tewas," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/6/2026).
Sementara itu, pemerintah Pakistan mengatakan bahwa serangan udara negara tersebut menewaskan 26 militan di daerah perbatasan Afghanistan. "Setelah insiden teroris baru-baru ini di Pakistan.... serangan yang tepat dan terukur dilakukan di sepanjang daerah perbatasan Pakistan-Afghanistan terhadap tempat persembunyian dan tempat perlindungan," tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di media sosial X. Dia menambahkan bahwa 26 militan yang terkait dengan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) tewas dalam serangan tersebut.Ia tidak berkomentar tentang korban sipil yang dilaporkan otoritas Afghanistan.Sebelumnya, Islamabad telah berulang kali mengatakan bahwa serangan terhadap Afghanistan ditujukan kepada para militan yang telah melakukan serangan di wilayahnya. Islamabad juga menyatakan bahwa mereka tidak sengaja menargetkan warga sipil.Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir dan terjadi setelah periode relatif tenang di perbatasan setelah konflik antara kedua negara meletus pada akhir Februari.











