TEHERAN, KOMPAS.com - Ribuan warga Iran di kota pelabuhan Sirik kehilangan akses air minum setelah serangan Amerika Serikat menghantam dua waduk di daerah tersebut, Rabu (10/6/2026).

Serangan udara tersebut merusak dua waduk yang memasok air ke daerah Bemani dan Kouhestak di kota Sirik. "Sayangnya, menyusul serangan ini, 20.000 penduduk di wilayah tersebut kehilangan akses terhadap air minum yang aman," bunyi pernyataan pejabat perusahaan air setempat yang disiarkan televisi pemerintah Iran, dikutip dari AFP, Rabu.

"Dengan suhu berkisar antara 45 hingga 50 derajat Celcius, kondisi menjadi sangat sulit dan kritis bagi penduduk setempat," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Iran Minta Negara Teluk Tanggung Jawab Cegah Serangan AS-Israel

Daerah dengan pasokan air yang minim