Jakarta - Wakil Perdana Menteri atau Deputy Prime Minister (DPM) and Minister for Trade and Industry Singapura, Gan Kim Yong merespons kebijakan pemerintah Indonesia yang menerapkan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk tiga komoditas sumber daya alam (SDA) strategis, yakni kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi. Menurut Gan, pihaknya sangat memahami setiap negara punya prioritas dan tantangan masing-masing dalam mengelola komoditasnya.Gan mengatakan Singapura akan tetap memposisikan diri sebagai mitra bagi Indonesia. Pihaknya akan memastikan jalur perdagangan dan rantai pasok antarnegara tidak terganggu akibat regulasi baru."Singapura akan bekerja bersama dengan Indonesia untuk memastikan Indonesia terus menjadi sebuah tujuan investasi yang menarik untuk Singapura," ujar Gan dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Pihaknya akan terus mendorong pelaku usaha dan perusahaan-perusahaan asal Negeri Singa untuk beradaptasi dan mencari formula kerja sama terbaik dengan ekosistem baru di Indonesia. Dengan begitu, aktivitas ekspor antara kedua negara diharapkan dapat berjalan lancar."Kita akan terus bekerja bersama dengan perusahaan Singapura untuk mencari cara untuk bekerja bersama dengan Indonesia. Untuk memastikan ekspor kita ke Indonesia dan ekspor kita ke Indonesia akan terus berkembang," terang ia.Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan DSI tidak berperan sebagai calo atau perantara dalam menjalankan tata kelola ekspor komoditas SDA strategis.Hal tersebut ditegaskan menyusul kekhawatiran pasar terkait risiko monopoli ekspor sebagaimana terjadi pada masa Orde Baru yang dilakukan oleh Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC). Danantara menjamin operasional DSI tidak akan mengganggu margin pengusaha."Kita tidak mungkin melakukan itu dan yang dimasukkan dengan margin untuk tahap pertama ini adalah untuk layanan yang kita berikan, hanya layanan. Contohnya misalkan untuk memastikan bahwa itu benar tentu ada inspeksi misalkan. Jadi harganya itu bukan margin, kemudian kita seolah-olah jadi calo ngambil margin, itu bukan demikian," ungkap COO BPI Danantara, Dony Oskaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).