JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi main hakim sendiri kembali terjadi di jalan raya. Sebuah mobil sport utility vehicle (SUV) Toyota Fortuner dilaporkan menjadi sasaran amuk massa setelah dituduh melakukan aksi tabrak lari.
Padahal, setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian, narasi tabrak lari tersebut sama sekali tidak benar alias salah paham yang berujung provokasi.Baca juga: Belajar dari Kasus Fortuner Dirusak Massa, Bisa Klaim Asuransi?
Cekcok di Jalanan
Insiden ini bermula dari perseteruan ruang jalan antara pengemudi Fortuner berinisial ES (44) dengan seorang pengendara sepeda motor. Atmosfer di lokasi kejadian mendadak memanas ketika dua pengendara motor lainnya tiba-tiba datang dan langsung menghadang laju kendaraan ES.
SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di bawah Stasiun LRT Pasar Cinde, Palembang, Sumatera Selatan, bertambah menjadi dua orang.










