BEIRUT, KOMPAS.com – Hizbullah membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengeklaim telah menjalin komunikasi langsung dengan mereka.
Pejabat senior Hizbullah menegaskan, hingga saat ini tidak ada kontak resmi yang terjadi antara kedua belah pihak.Pernyataan ini muncul setelah Trump memberikan sinyal dalam beberapa kesempatan bahwa pemerintahannya telah melakukan pembicaraan dengan kelompok yang didukung Iran tersebut.
Baca juga: Iran Umumkan Setop Serang Israel, Sempat Siapkan Perang Panjang
Pejabat senior Hezbollah, Mahmud Qomati, menyatakan dalam keterangan tertulis kepada AFP bahwa klaim Trump tidak berdasar pada realitas di lapangan.
"Tidak ada kontak langsung antara Presiden Trump dan pejabat Hezbollah," tegas Qomati pada Senin (8/6/2026).












