Singapura -
Kasus dugaan penipuan penjualan tiket konser BTS World Tour 'Arirang' terjadi di Singapura. Kerugian korban diduga mencapai setidaknya SGD 11.000 (setara Rp 154 juta).Dilansir Channel News Asia, Minggu (7/6/2026), setidaknya ada 14 kasus penipuan yang telah dilaporkan terkait kasus itu sejak 1 Juni kepada Kepolisian Singapura (SPF).Dalam sebagian besar kasus, penipu mendekati korban melalui platform media sosial. Korban biasanya menemukan iklan yang menawarkan tiket konser di platform seperti X, Instagram, dan Carousell.
Untuk mendapatkan tiket, mereka diinstruksikan untuk melakukan pembayaran melalui PayNow atau dengan memindai kode QR PayNow. Setelah transfer awal, penipu akan meminta pembayaran tambahan dengan alasan biaya administrasi. Korban baru menyadari mereka telah ditipu ketika mereka tidak menerima tiket. Polisi meminta warga hanya membeli tiket konser dari platform resmi seperti dengan.Polisi juga menyebut tiket yang dijual melalui platform resmi tidak dapat dipindahtangankan dan tidak dapat dijual kembali.
"Mereka yang kedapatan menggunakan tiket hasil penjualan kembali tidak akan diizinkan masuk ke tempat acara dan akan ditolak masuk tanpa pengembalian uang," kata SPF."Masyarakat harus waspada terhadap penjual kembali yang mengklaim dapat mentransfer tiket mereka ke akun Ticketmaster Anda setelah pembelian, karena tiket tersebut sama sekali tidak dapat ditransfer. Ticketmaster juga tidak akan pernah mengirimkan tiket melalui email," tambah polisi.Grup K-pop BTS dijadwalkan tampil di Stadion Nasional Singapura pada 17, 19, 20, dan 22 Desember tahun ini. Sesi prapenjualan pertama telah pada Rabu lalu, dengan jumlah antrian mencapai puluhan ribu.SPF mengatakan pihaknya bekerja sama dengan X untuk menindak akun-akun palsu yang menawarkan tiket hasil penjualan kembali untuk konser tersebut. Mereka telah menghubungi Carousell untuk menghapus iklan tersebut.Pihak kepolisian menyarankan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk menggunakan aplikasi ScamShield, mengaktifkan fitur keamanan seperti otentikasi dua faktor, dan menetapkan batasan transaksi untuk perbankan online. Mereka juga mendorong masyarakat untuk melaporkan iklan yang mencurigakan dan memberi tahu keluarga dan teman tentang penipuan.Simak juga Video 'ARMY Wajib Catat: Harga-Jadwal War Tiket Konser BTS di Jakarta!':











