PYONGYANG, KOMPAS.com - Saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un, Kim Yo Jong menegaskan, program senjata nuklir Korea Utara sama sekali tidak dapat dinegosiasikan.
Pyongyang telah lama bersikeras pada haknya untuk memiliki senjata nuklir dan program rudal balistik, meskipun hal tersebut dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan PBB. Mereka mengabadikan status nuklir mereka dalam konstitusi pada 2023.
"Status kami sebagai kekuatan nuklir sama sekali tidak dapat dinegosiasikan. Kami tidak akan mentolerir ancaman apa pun," kata Kim Yo Jong dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Rodong Sinmun, media resmi Korea Utara, dikutip dari AFP, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: Lawan Ancaman Rudal Korut, Korsel Akan Siapkan Kapal Selam Tenaga Nuklir
Korut sambut kunjungan Xi Jinping











