Jakarta - PT Pertamina EP (PEP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (5/6). Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat, memaparkan sejumlah capaian Perusahaan sepanjang 2025.Pertamina EP mencatatkan produksi 68.338 barel minyak per hari (BOPD), gas 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), dan total produksi minyak dan gas sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).Perusahaan tercatat mengelola fasilitas hulu migas di 5 aset di 22 lapangan operasi darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) yang tersebar di 13 provinsi di seluruh Indonesia.

Kinerja tersebut didukung pelaksanaan pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan. Serta, penguatan kegiatan eksplorasi melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi yang menghasilkan penemuan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE dan tambahan cadangan terbukti P1 sebesar 59 MMBOE."Capaian sepanjang lalu lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien," kata Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).Rachmat menambahkan, komitmen terhadap inovasi tersebut tercermin dalam keberhasilan liquid onstream perdana Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.Pencapaian ini menandai dimulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang hingga 7.250 BLPD, sebagai bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus-Gantar.Rachmat menyebut seluruh tahapan pengembangan dijalankan dengan disiplin tinggi. Hal ini didukung oleh pencapaian lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury (Zero LTI) serta kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan."Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas kami beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas Perusahaan yang berkelanjutan," imbuhnya.Penguatan kinerja produksi, eksplorasi dan keuangan didukung dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), praktik Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta pengembangan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi dan bisnis Perusahaan.Dari sisi kinerja korporasi, Pertamina EP memperoleh credit rating AAA (Sangat Sehat), yakni peringkat tertinggi pada skala peringkat nasional yang diberikan oleh Fitch Ratings Indonesia. Capaian ini sebagai bentuk pengakuan atas fundamental bisnis dan pengelolaan Perusahaan yang baik.Aspek keselamatan kerja dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama Perusahaan. Sepanjang 2025, Pertamina EP berhasil mencatatkan lebih dari 3,12 juta jam kerja selamat serta meraih 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga kebencanaan, yang diimplementasikan di 30 kabupaten/kota di 13 provinsi.Program TJSL Pertamina EP turut memberikan manfaat kepada lebih dari 40 ribu penerima manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Komisaris Utama PT Pertamina EP, Morry Ermond, menyatakan, sepanjang tahun 2025 perusahaan telah menunjukkan performa yang optimal."Sepanjang 2025, Perusahaan telah menunjukkan performa yang efektif dalam menjaga keberlangsungan usaha dan mencapai hasil yang optimal, meskipun mengalami berbagai tantangan eksternal, baik di dalam maupun luar negeri," jelas Morry.