Jakarta - Pedagang aset kripto, Bittime, mendorong peningkatan literasi keuangan digital agar masyarakat memahami risiko dan peluang investasi. Langkah ini dianggap penting mengingat pertumbuhan jumlah investor yang tinggi pada instrumen aset digital nasional.Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto mencapai 21,37 juta orang hingga Maret 2026. Total nilai transaksi sepanjang periode tersebut mencapai Rp 22 triliun."Pertumbuhan tersebut juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko, manajemen portofolio, dan tujuan investasi agar investor dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan terukur," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Bittime, Ryan Lymn, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Ryan mengatakan peningkatan literasi menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem aset digital yang berkelanjutan. Menurutnya, investor tidak hanya perlu memahami potensi keuntungan, tetapi juga menerapkan pengelolaan risiko yang sesuai dengan profil dan tujuan investasinya masing-masing.Di sisi lain, Ryan melihat adanya peningkatan minat investor untuk mendapatkan eksposur ke berbagai instrumen investasi global. Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran investor akan pentingnya diversifikasi portofolio guna menghadapi dinamika dan ketidakpastian pasar keuangan."Kami melihat kebutuhan investor terus berkembang. Selain aset-aset spekulatif, investor kini juga semakin aktif mencari akses ke berbagai peluang investasi global yang cenderung lebih stabil sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka," jelas Ryan.Bittime menyediakan akses investasi ke aset digital dan global melalui layanan Tokenized US Stocks. Tokenized ini merupakan saham yang ditokenisasi menjadi aset digital berbasis blockchain.Dalam layanan ini, terdapat sejumlah pilihan aset seperti Circle Tokenized Stock (CRCLX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), Apple Tokenized Stock (AAPLX), SP500 Tokenized ETF (SPYX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX). Ryan menyebut, akses terhadap peluang investasi global dan peningkatan literasi akan menjadi fokus penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital nasional."Kami percaya pertumbuhan industri yang sehat tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya jumlah investor, tetapi juga oleh meningkatnya literasi dan semakin luasnya akses terhadap peluang investasi yang relevan," pungkasnya.