BANDAR SERI BEGAWAN, KOMPAS.com - Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran pada Kamis (4/6/2026).
Dalam perombakan kabinet itu, ia menunjuk dua putra bungsunya menjadi menteri.Penunjukan tersebut sekaligus memunculkan spekulasi mengenai perencanaan suksesi di kesultanan kecil yang kaya minyak ini.
Perubahan besar ini adalah yang pertama sejak 2022 dan terjadi ketika Brunei menghadapi tekanan dari krisis energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel di Iran.
Baca juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawatnya ke KTT ASEAN 2026 di Filipina
Peristiwa ini juga terjadi setahun sebelum Sultan Hassanal Bolkiah, raja yang memerintah terlama di dunia sejak 1967, bersiap untuk merayakan jubileum berliannya (peringatan 60 tahun peristiwa penting).










