Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menggelar pertemuan dengan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka penilaian kredit negara atau Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia.Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya menjelaskan perkembangan investasi domestik dan penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI). Selain itu, ia juga menjelaskan banyak tentang tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara."Kami menyampaikan perkembangan investasi domestik dan FDI, serta peran Danantara dalam memperkuat transformasi BUMN dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Rosan dikutip dari unggahan Instagram resminya @rosanroeslani, Kamis (4/6/2026).

Rosan menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga reformasi dan memperkuat ekosistem investasi. Ia meyakini, langkah terdapat dapat memperkuat kepercayaan dan optimisme pasar terhadap Indonesia."Pemerintah terus menjaga momentum reformasi dan penguatan ekosistem investasi untuk memperkokoh kepercayaan dan optimisme pasar global terhadap prospek ekonomi Indonesia," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku telah bertemu dengan S&P pada Rabu (3/6) kemarin. Salah satu fokus dalam pertemuan adalah komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Purbaya menjelaskan pemerintah juga menyampaikan berbagai langkah yang ditempuh untuk menjaga kesehatan fiskal, termasuk strategi mempertahankan defisit APBN di bawah ambang batas 3%. Strategi itu akan dilakukan tahun ini dan tahun depan."Kewajiban kita kan itu. Untuk respons, mereka akan diskusikan di sana dengan timnya. Jadi, dia hanya mencari informasi dan kita jelaskan semaksimal mungkin dari posisi kita. Utamanya keseriusan kita menjaga defisit di bawah 3%, dan kita jelaskan cara-cara tahun ini mau ke tahun depan, dan semua termasuk perbaikan kondisi ekonomi kita," ungkap Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).