LONDON, KOMPAS.com - Aliansi Five Eyes yang terdiri dari berbagai badan keamanan telah memperingatkan, mata-mata China menyamar sebagai perekrut pekerjaan untuk menipu staf di pemerintahan Barat agar mengungkapkan informasi sensitif.

Badan intelijen militer China disebut mengiklankan lowongan pekerjaan palsu, seperti analis kebijakan luar negeri atau pertahanan di berbagai platform, termasuk LinkedIn.Menurut pernyataan bersama dari badan-badan intelijen Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Selandia Baru pada Rabu (3/6/2026) malam, para agen berpura-pura menjadi konsultan swasta yang "terlihat sah" dan mengklaim berlokasi di luar China.

"Mereka menekan para kandidat untuk mengungkapkan informasi non-publik selama proses wawancara, termasuk dengan menulis laporan," bunyi pernyataan badan-badan intelijen tersebut, dikutip dari AFP, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Kisah Mata-mata KGB, Menyamar Jadi Pengasuh Anak Ternyata Agen Berbahaya

Targetkan orang dengan izin keamanan