MOSKWA, KOMPAS.com - Badan intelijen Rusia disebut semakin agresif berupaya mendapatkan teknologi Barat secara ilegal setelah sanksi internasional membatasi akses Moskwa terhadap mesin, perangkat lunak, dan riset penting.
Tiga pejabat senior intelijen Eropa mengatakan kepada Associated Press bahwa Rusia kini menggunakan berbagai cara, mulai dari membangun perusahaan palsu hingga mengerahkan mata-mata siber untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan bagi industri perang.Menurut para pejabat tersebut, agen Rusia juga merekrut perantara dan peretas untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan bukan hanya untuk kebutuhan militer, tetapi juga untuk menyerang infrastruktur penting negara-negara Barat.
Baca juga: AS Disebut Mau Tempatkan Senjata Nuklir Dekat Rusia, Incar Wilayah Ini
Rusia kesulitan mendapat teknologi
Selama empat tahun sanksi internasional, kemampuan Rusia untuk memperoleh mesin, teknologi, dan penelitian dari Eropa disebut semakin terhambat.










