MANILA, KOMPAS.com - Dua negara anggota organisasi geopolitik dan ekonomi Asia Tenggara (ASEAN), Filipina dan Vietnam, sepakat memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan maritim.
Kesepakatan itu diumumkan setelah pertemuan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dengan Presiden Vietnam To Lam di Manila, Senin (1/6/2026), yang juga menghasilkan pembaruan perjanjian pertahanan kedua negara yang pertama kali ditandatangani pada 2010.Kedua negara tersebut sama-sama memiliki klaim di Kepulauan Spratly di Laut China Selatan, kawasan yang berada di jalur pelayaran strategis dunia dan diyakini kaya akan sumber daya mineral.
Baca juga: Memanas, Kapal China dan Taiwan Saling Hadang di Laut China Selatan
Perbarui kerja sama pertahanan
Dalam pernyataannya usai pertemuan, seperti dikutip AFP, Marcos mengatakan bahwa kemitraan Filipina dan Vietnam menjadi semakin penting ketika kawasan menghadapi ketidakpastian yang “ditandai oleh fragmentasi geopolitik”.










