Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Kali ini, Dody sidak proyek di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).Dody meminta agar proses pengerjaan dipercepat supaya fasilitas pendidikan ini bisa langsung digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Proyek di Lombok Utara ini menjadi prioritas utama di wilayah NTB lantaran tidak terkendala masalah lahan dan mencatatkan progres konstruksi paling positif dibandingkan daerah lain.Keberhasilan proyek ini diharapkan mampu menjadi pilar utama bagi sistem Sekolah Rakyat di seluruh NTB.

"Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB. Yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini," ujar Menteri Dody dalam keterangannya Sabtu (30/5/2026).Dody melihat ada lompatan progres yang sangat positif dalam beberapa minggu belakangan. Per Jumat (29/5/2026), realisasi fisik pembangunan kompleks sekolah tersebut telah menyentuh angka 45,42 persen."Bagus, keren. Progresnya melesat. Saya surprise, nggak ngira secepat ini. Ini sesuai komitmen penyedia jasa dan support dari TNI serta teman-teman di lapangan," kata Menteri Dody.Apresiasi tinggi juga diberikan kepada jajaran personil TNI yang ikut turun tangan membantu kelancaran proyek di area kerja. Menteri PU menilai sinergi lintas lembaga ini merupakan faktor penentu keberhasilan program prioritas nasional."Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan. Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai," tutur Menteri Dody.Selain TNI, kontribusi para kontraktor lokal yang tetap berdedikasi tinggi di tengah target waktu yang ketat tidak luput dari pujian. Dody mengingatkan bahwa proyek Sekolah Rakyat ini mengemban misi sosial yang besar karena menyasar anak-anak dari latar belakang keluarga kurang mampu."Yang Bapak kerjakan ini mulia. Ini sekolah untuk adik-adik kita yang berada di garis prasejahtera. Jadi saya minta komitmen ini terus dijaga," ujar Menteri Dody kepada penyedia jasa di lokasi proyek.Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Provinsi NTB ini berdiri di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total area bangunan fisik mencapai 28.445,78 meter persegi. Proyek senilai Rp241,97 miliar dari dana APBN ini dirancang sangat lengkap, mencakup gedung SD, SMP, SMA, asrama, tempat ibadah, kantin, aula serbaguna, hingga sarana olahraga.Kementerian PU bersama pihak kontraktor menerapkan sejumlah langkah taktis guna mengejar target, mulai dari menambah alat berat dan pekerja, memberlakukan sistem kerja 2-3 shift, mempercepat logistik bahan bangunan, hingga memodifikasi metode konstruksi agar lebih efisien. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.