TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya mengambil alih 70 persen wilayah Jalur Gaza.
Langkah ini secara terang-terangan mengabaikan ketentuan kesepakatan gencatan senjata rapuh yang telah berjalan sejak Oktober 2025.Netanyahu mengeklaim bahwa pasukan Israel saat ini terus memperluas cengkeraman mereka dan telah menguasai sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut.
Baca juga: BoP Dapat Miliaran Dollar dari Anggota, Dana Rekonstruksi Gaza Justru Masih Kosong
"Kami saat ini sedang menjepit Hamas. Kami sekarang mengendalikan 60 persen wilayah di Jalur Gaza," ujar Netanyahu dalam sebuah konferensi di permukiman Tepi Barat yang diduduki, sebagaimana ditayangkan Channel 12, Kamis (28/5/2026).
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan awal gencatan senjata, militer Israel seharusnya hanya mengendalikan 50 persen wilayah Gaza.










