JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak volatilitas tinggi pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Gejolak itu terjadi seiring fund manager pasif mengikuti hasil rebalancing portofolio oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diumumkan pada 12 Mei 2026. Co Founder PasarDana dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, mencatat pola pergerakan saham pasca pengumuman MSCI, sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio secara bertahap tanpa menunggu hingga hari terakhir rebalancing pada 29 Mei 2026. “Hari Jumat Tanggal 29 Mei 2026, pasar saham Indonesia mungkin akan menghadapi volatilitas tinggi, karena pada tanggal tersebut fund manager pasif mungkin akan melakukan rebalancing portofolio mengikuti pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026,” ujar Hans lewat keterangan pers, Kamis (28/9/2026). Baca juga: IHSG Anjlok 3,8 Persen, Efek MSCI dan FTSE Russell Tekan Pasar Meski demikian, Hans menilai masih terdapat potensi tekanan lanjutan, khususnya pada saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index maupun MSCI Small Cap Index.“Yang menarik tidak terlihat kepanikan berarti di pasar, biarpun sebagian saham yang dikeluarkan MSCI tertekan turun. Masih ada potensi tekanan turun khususnya pada saham-saham yang di keluar oleh MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index,” paparnya.
Rebalancing MSCI Berpotensi Picu Volatilitas Tinggi, IHSG Jumat (29/5) Bisa Bergejolak
Sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio secara bertahap tanpa menunggu hari terakhir rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026.















