Penulis: Natalie Muller/DW Indonesia

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Leo XIV memanfaatkan manifesto pertamanya, yang diterbitkan pada Senin (26/5/2026), untuk mendesak para pemerintah "melucuti" akal imitasi (AI) dan berpegang pada kebaikan bersama, bukan pada kekuasaan atau keuntungan.Paus pertama asal Amerika Serikat (AS) ini menekankan bahwa meskipun AI dapat menjadi alat yang berharga, tetapi kecerdasan buatan juga menimbulkan banyak bahaya bagi umat manusia."Kecerdasan Buatan kini perlu dilucuti, dibebaskan dari logika yang mengubahnya menjadi alat dominasi, pengucilan, dan kematian," kata Paus Leo XIV dalam sebuah presentasi khusus di Vatikan mengenai dokumen tersebut, yang dikenal sebagai ensiklik.

Ensiklik dianggap sebagai bentuk pengajaran yang otoritatif dari seorang paus kepada 1,4 miliar umat Gereja Katolik.

"Magnifica Humanitas" atau dalam terjemahan bahasa Indonesia artinya "Kemanusiaan yang Luar Biasa" adalah ensiklik pertama Paus Leo XIV.

Ensiklik tersebut merupakan hasil dari penelitian bertahun-tahun yang dilakukan Gereja mengenai teknologi terkait kecerdasan buatan.