Ankara -
Ratusan polisi antihuru-hara Turki menggerebek kantor pusat partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), di Ankara pada Minggu (24/5) setelah pengadilan memberhentikan kepemimpinan partai tersebut. Penggerebekan itu diwarnai tembakan gas air mata.Para anggota partai CHP, seperti dilansir AFP, Senin (25/5/2026), memblokir pintu masuk gedung, menentang perintah pengadilan yang dikeluarkan pada Kamis (21/5) waktu setempat, sebagai bagian dari penyelidikan resmi terhadap CHP.Namun, menurut laporan wartawan AFP di lokasi, pada akhirnya para personel kepolisian berhasil menerobos masuk ke dalam gedung dan mengeluarkan pemimpin partai tersebut. Perintah pengadilan yang dirilis pada Kamis (21/5) lalu itu membatalkan kemenangan Ozgur Ozel dalam pemilihan ketua CHP pada tahun 2023 lalu, dan menunjuk mantan ketua partai itu, Kemal Kilicdaroglu, sebagai pemimpin sementara. "Partai Rakyat Republik mulai sekarang akan berada di jalanan atau di alun-alun," kata Ozel saat dirinya dipaksa keluar dari gedung kantor CHP."Kita akan berbaris menuju pusat kekuasaan," tegasnya saat dia berangkat ke parlemen Turki dikelilingi para pendukungnya.Para pendukung Kilicdaroglu berusaha menerobos masuk ke gedung kantor CHP tersebut, sebelum polisi menerima perintah untuk turun tangan dan mengambil alih gedung tersebut.










