Jakarta - Tim penyelamat masih terus berupaya mengevakuasi para korban yang terjebak puing-puing reruntuhan bangunan sembilan lantai di Angeles City, Filipina, Senin (25/05).Gedung yang masih dalam tahap pengerjaan itu ambruk setelah diguyur badai hebat pada Minggu (24/05) sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Hingga berita ini diterbitkan otoritas setempat menyatakan bahwa korban tewas menjadi empat orang, sementara 17 lainnya masih hilang.Tiga korban adalah pekerja konstruksi dan telah dinyatakan meninggal saat dievakuasi. Ratusan petugas evakuasi dikerahkan dalam proses penyelamatan tersebut, dipimpin oleh tim dari pemadam kebakaran dan kepolisian FIlipina. Sebelumnya ketiga pekerja tersebut terjebak di reruntuhan beton dan besi dalam kondisi hidup. Tim penyelamat juga sempat memberikan air dan obat-obatan melalui selang infus kepada salah satu pekerja yang terjebak. Kepala kepolisian daerah setempat, Brigadir Jenderal Jess Mendez mengatakan "korban tidak berhasil selamat meski berbagai upaya telah dillakukan."Sementara korban tewas lainnya adalah seorang wisatawan asal Malaysia yang terjebak di sebuah penginapan yang bangunannya tertimpa puing-puing dari gedung sembilan lantai tersebut. Seorang tamu lainnya di penginapan itu mengalami luka-luka namun berhasil melarikan diri. Operasi penyelamatan masih berlangsungHingga Senin (25/05) Wali Kota Angeles City, Carmelo Lazatin, menyatakan bahwa operasi penyelamatan masih berfokus untuk mencari korban yang terjebak dan masih hidup.Proses evakuasi belum berpindah fokus untuk pencarian jenazah. "Harapannya kami masih dapat menyelamatkan lebih banyak orang dalam keadaan hidup dan kami tidak ingin memberi kabar buruk pada keluarga para korban yang masih terjebak," kata Lazatin.Kecemasan melanda keluarga para korban yang masih dinyatakan hilang. Salah satunya Lea Mendoza Casilao yang pasangannya adalah salah satu pekerja konstruksi dan masuk ke dalam daftar korban yang masih terjebak reruntuhan. "Saya kehilangan harapan, karena saya lihat proses penyelamatan yang lambat," ungkap Lea.Di sisi lain Lazatin menjelaskan bahwa tim evakuasi harus bekerja dengan sangat hati-hati karena puing reruntuhan yang terdiri dari bongkahan beton berada dalam kondisi yang tidak stabil. Medan yang tidak stabil inilah yang membuat risiko bagi petugas evakuasi karena berpotensi terjadi runtuhan susulan sewaktu-waktu.Penyebab kejadian masih diselidikiOtoritas setempat juga menyatakan ada 26 pekerja yang berhasil menyelematkan diri. Mereka melarikan diri dari lantai dasar saat bangunan tersebut runtuh. Dari 17 pekerja yang masih dalam pencarian, ada satu pekerja yang sudah diketahui posisinya namun belum bisa dikeluarkan dari reruntuhan.Kepala Kepolisian Filipina, Jenderal Jose Malencia Nartatez Jr., menyatakan bahwa penyelidikan juga sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Kepolisian sedang mencari kemungkinan adanya pelanggaran terhadap standar keselamatan dalam proses pembangunan gedung tersebut.Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa InggrisDiadaptasi oleh Muhammad Athif AimanEditor: Arti Ekawati