Penulis: Jens Thurau/DW Indonesia

BERLIN, KOMPAS.com - Johann Wadephul berkesan sengaja ingin menghadirkan kontras dalam haluan diplomasi Jerman. Dalam sepekan terakhir, sang menteri luar negeri itu giat memacu mesin lobi, yang oleh Kementerian Luar Negeri disebut sebagai pekan yang padat dan luar biasa.Pada Senin (18/5/2026), politikus Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) itu menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan.

Setelahnya, Wadephul menghadiri konferensi keamanan energi Ukraina di kantornya bersama perwakilan Kementerian Ekonomi Jerman.

Dalam lebih dari empat tahun perang melawan Rusia, Ukraina dinilai berhasil mempelajari cara melindungi infrastruktur energinya dari serangan luar, pengalaman yang kini dianggap relevan bagi Jerman.

Wadephul lalu menerima Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab UEA) Syekh Abdullah bin Zayed, serta Putra Mahkota Yordania Hussein bin Abdallah. Kunjungan-kunjungan ini dipandang sebagai agenda diplomatik paling penting sepanjang pekan.