Jakarta -

Drone Ukraina dituding menyerang asrama kampus di wilayah Lugansk yang diduduki Rusia. Serangan Ukraina menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya, tetapi Kyiv membantah menargetkan warga sipil.Dilansir AFP, Sabtu (23/5/2026), sebanyak 15 orang lainnya masih hilang, kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam komentar yang disiarkan televisi, menggambarkan insiden itu sebagai serangan "teroris".Putin memerintahkan kementerian pertahanannya untuk mempersiapkan respons, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. "Saat ini, diketahui bahwa enam orang tewas, 39 orang terluka, dan 15 orang hilang, karena pencarian di reruntuhan masih berlangsung," katanya dalam komentar yang disiarkan televisi. "Tidak ada fasilitas militer, dinas khusus, atau dinas terkait di dekat asrama," tambahnya.Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi "hukuman yang tak terhindarkan dan berat"."Tidak akan ada keringanan hukuman," katanya.Komite Investigasi Rusia menuduh militer Ukraina telah menembakkan beberapa drone ke gedung tersebut. "Akibat serangan itu, bangunan lima lantai tersebut runtuh hingga lantai dua," demikian pernyataan tersebut.

Wilayah Lugansk terletak di Ukraina timur, tetapi hampir seluruhnya diduduki oleh Rusia, yang mengklaimnya sebagai wilayahnya.Gambar yang dirilis oleh gubernur wilayah yang ditunjuk Rusia menunjukkan apa yang tampak seperti sebuah kampus di kota Starobilsk dengan jendela-jendela yang hancur, api terlihat di salah satunya."Drone musuh menyerang gedung akademik dan asrama Sekolah Tinggi Kejuruan Starobelsk," kata gubernur yang ditunjuk Moskow, Leonid Pasechnik, dalam sebuah unggahan di messenger MAX Rusia, menggunakan nama Rusia untuk kota tersebut."Pada saat serangan, ada 86 anak berusia 14 hingga 18 tahun di sana," tambahnya.Staf Umum Ukraina mengatakan bahwa mereka telah menyerang markas unit militer Rusia di sekitar Starobilsk, membantah telah menargetkan warga sipil dan menyebut tuduhan Moskow sebagai "informasi manipulatif".Mereka mengatakan pasukan mereka telah menyerang "salah satu markas unit 'Rubikon' di wilayah kota Starobilsk", menambahkan bahwa unit tersebut terlibat dalam melakukan serangan terhadap warga sipil Ukraina."Angkatan Bersenjata Ukraina melakukan serangan terhadap infrastruktur dan fasilitas militer yang digunakan untuk tujuan militer, dengan tetap mematuhi norma-norma hukum humaniter internasional, dan hukum serta kebiasaan perang," tambahnya dalam sebuah pernyataan.Starobilsk terletak sekitar 65 kilometer (40 mil) dari garis depan di Ukraina timur. Pasukan Rusia merebut kota itu pada tahun 2022, tak lama setelah melancarkan serangan skala penuh mereka.