Jakarta -
Italia, Prancis, Inggris, dan Jerman mendesak Israel untuk menghentikan perluasan permukimannya di Tepi Barat. Negara-negara Eropa itu mengatakan bahwa pemerintah Israel merusak stabilitas dan prospek solusi dua negara."Kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk mengakhiri perluasan permukiman dan kekuasaan administratifnya, memastikan pertanggungjawaban atas kekerasan pemukim dan menyelidiki tuduhan terhadap pasukan Israel," kata negara-negara tersebut dalam pernyataan bersama dilansir AFP, Sabtu (23/5/2026).Mencatat bahwa situasi di Tepi Barat telah "memburuk secara signifikan" dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara tersebut mengatakan kekerasan pemukim terhadap Palestina berada pada "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya". "Kebijakan dan praktik pemerintah Israel, termasuk penguatan lebih lanjut kendali Israel, merusak stabilitas dan prospek solusi dua negara," demikian bunyi pernyataan tersebut. Keempat negara tersebut mengutuk rencana permukiman E1 Israel--proyek pembangunan baru yang diperkirakan akan membangun sekitar 3.400 unit perumahan di Tepi Barat yang diduduki di atas lahan seluas 12 kilometer persegi (4,6 mil persegi)--dengan mengatakan bahwa itu akan menjadi "pelanggaran serius terhadap hukum internasional"."Perusahaan tidak boleh mengajukan penawaran untuk tender konstruksi E1 atau pembangunan permukiman lainnya. Mereka harus menyadari konsekuensi hukum dan reputasi dari partisipasi dalam pembangunan permukiman, termasuk risiko terlibat dalam pelanggaran serius terhadap hukum internasional," kata negara-negara tersebut.











