Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang beberapa menteri makan siang hari ini. Beberapa yang hadir merapat ke Istana Kepresidenan, antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Ketika ditanya, Rosan hanya bilang dirinya mempersiapkan laporan soal ekspor wajib lewat BUMN. Menurutnya, dia akan melapor soal mekanisme kebijakan ke Prabowo."Ini mau lapor mekanismenya. Nanti ya saya laporan dulu," ujar Rosan singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Purbaya mengaku dirinya menyiapkan data under invoicing oleh beberapa perusahaan sawit. "Ini jaga jaga-aja kalau biar kalau ditanya bisa jawab. Ini ada beberapa catatan perusahaan CPO yang melakukan manipulasi harga. Jadi kalau ditanya (Presiden) saya akan jawab," sebut Purbaya.Sambil membuka data yang dibawanya, di depan awak media, Purbaya mencontoh ada perusahaan yang data komoditas ekspornya selisih sampai 57-200%. Di pelabuhan Indonesia data harga ekspornya lebih kecil daripada di pelabuhan tujuannya di luar negeri."Ada contohnya, nggak mau sebut perusahaannya ya saya. Jadi, ada dari Indonesia dikirim harganya US$ 2,6 juta impornya di sana US$ 4,2 juta jadi 57% bedanya. Ada yang lebih gila lagi ada satu perusahaan lagi di sini ekspornya US$ 1,44 juta di sana US$ 4 jutaan berubah harga 200%," beber Purbaya.













