TEHERAN, KOMPAS.com - Iran nyaris memiliki kemampuan untuk memproduksi belasan senjata nuklir setelah berbagai tekanan ekonomi hingga serangan militer yang berlangsung di era tiga presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Donald Trump, dan Joe Biden.
Teheran disebut masih memiliki sekitar 10 ton material uranium yang diperkaya, termasuk cukup uranium hampir setara tingkat senjata untuk memproduksi hampir 11 bom nuklir, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), Selasa (19/5/2026).Meski Iran menegaskan tidak sedang membuat senjata nuklir, para ahli dan badan atom PBB menilai negara itu telah mengembangkan kemampuan teknologi yang dapat membawanya menuju arsenal nuklir.
Baca juga: Dibombardir Ukraina, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir 3 Hari
Kesepakatan nuklir Obama hanya menunda ancaman
Akar persoalan bermula pada 2015 ketika pemerintahan Presiden Barack Obama mencapai kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan Iran dan negara-negara besar lain.







