TAIPEI, KOMPAS.com - Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan, kekuatan asing sama sekali tidak memiliki hak untuk menentukan masa depan negaranya.
Penegasan ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan wacana kontroversial yang menyebut pasokan senjata ke Taiwan bisa dijadikan sebagai alat tawar-menawar dalam diplomasinya dengan China.Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing pekan lalu, Presiden China Xi Jinping dilaporkan sempat mendesak Trump secara langsung agar Washington menyetop segala bentuk dukungan militer terhadap pihak Taipei.
"Masa depan Taiwan tidak dapat ditentukan oleh kekuatan asing, dan juga tidak dapat disandera oleh rasa takut, perpecahan, atau kepentingan jangka pendek," cetus Lai dalam pidato resminya untuk memperingati dua tahun masa kepresidenannya pada Rabu (20/5/2026), seperti dikutip dari AFP.
Baca juga: Tak Peduli Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka
Anggaran besar militer bukan untuk memulai perang











