KOMPAS.com - Sejumlah kota besar di Timur Tengah terdampak heatwave atau gelombang panas ekstrem. Menurut IQAir, fenomena itu terjadi di Aswan, Luxor, dan Mut, di Mesir; Ahvaz, Iranshahr, Zabol, di Iran; Al Hillah, Baghdad, dan Nasiriyah, di Irak.
Kemudian, Al Abraq dan Jahra, Kuwait; Haima, Ibra, Thumrait, Oman; Al Ameria, Al Ghuwayriya, Doha, Qatar; Jeddah, Mulayjah, Riyadh, di Arab Saudi; serta Al Ain, Al Hameem, dan Ghiyathi, Uni Emirat Arab."Gelombang panas yang memengaruhi Timur Tengah dimulai pada pertengahan Mei 2026 dan diperkirakan akan berlangsung sepanjang bulan-bulan musim panas," kata IQAir dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Studi Ingatkan Bahaya Panas Ekstrem di Piala Dunia 2026
Berbeda dengan cuaca panas jangka pendek, Timur Tengah mengalami suhu ekstrem yang berkelanjutan sepanjang musim panas. Suhunya bisa mencapai 38 derajat celsius, bahkan sering kali melampaui 49 derajat celsius di beberapa wilayah.
IQAir menjelaskan bahwa wilayah seperti Kuwait, Doha, Dubai, Riyadh, dan Muscat menghadapi panas musim panas yang intens dan berkepanjangan. Kondisi itu diikuti dengan retensi atau kelembapan pesisir pada malam hari.














