Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik, termasuk dari sisi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menepis anggapan sejumlah pihak yang menilai APBN dalam kondisi bermasalah."Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan, enggak, kita bagus sekali dan mereka nggak ngerti apa yang kita kerjakan," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).Mulanya Purbaya meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal pelemahan rupiah yang tembus level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya secara fundamental ekonomi Indonesia diklaim dalam keadaan baik.
Strategi pemerintah, kata Purbaya, tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga mendorong keterlibatan sektor swasta bergerak lebih aktif. Dampak dari strategi itu dinilai terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan (year on year/yoy)."Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6% triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government saja," ujarnya.Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pemerintah, katanya, terus melakukan berbagai upaya perbaikan ekonomi."Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat (2025) dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi," ujarnya."Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6% ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Pak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," tambah Purbaya.













