WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat Amerika Serikat (AS) menduga peretas yang terkait dengan Iran mungkin bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran sistem komputer yang memantau bahan bakar SPBU di seluruh AS,
Para peretas telah mengeksploitasi sistem pengukur tangki otomatis (ATG) yang tidak terlindungi, kata para pejabat kepada CNN pada Jumat (15/5/2026).Hal itu merupakan contoh terbaru dari dugaan upaya Teheran untuk menargetkan infrastruktur penting AS, dalam hal ini, sumber daya yang sangat terdampak oleh perang Iran.
Belum ada kerusakan fisik atau perubahan kadar bahan bakar sejauh ini, namun kebocoran tersebut mengungkap kerentanan besar, potensi kebocoran bahan bakar yang sama sekali tidak terdeteksi.
Baca juga: Krisis Energi, Lebih dari 400 SPBU di Filipina Tutup Sementara
Para pejabat yang diberi pengarahan tentang masalah ini mengatakan kepada CNN, diduga warga negara Iran berada di balik beberapa pelanggaran terhadap perangkat yang terhubung ke internet yang tidak dilindungi kata sandi.










