HAVANA, KOMPAS.com - Laporan media Amerika Serikat menyebutkan, Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer dan mulai membahas rencana menggunakannya untuk menyerang pangkalan AS di Teluk Guantanamo, kapal-kapal militer AS, dan bahkan mungkin Florida.

Laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Havana, dengan AS disebut sedang mempertimbangkan tindakan militer.Menurut Axios yang mengutip seorang pejabat senior AS, pemerintahan Donald Trump prihatin karena perkembangan dalam peperangan drone dan kehadiran penasihat militer Iran di Havana.

"Ketika kita memikirkan tentang teknologi-teknologi semacam itu yang begitu dekat, dan berbagai pelaku jahat mulai dari kelompok teroris hingga kartel narkoba, Iran, dan Rusia, itu sangat mengkhawatirkan," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu, dikutip dari AFP, Senin (18/5/2026).

"Ini adalah ancaman yang semakin besar," sambungnya.

Baca juga: Kuba Siaga Perang, Warga Bersiap Hadapi Invasi AS Usai Bos CIA Datang