KOMPAS.com - Pada Jumat (15/5/2026), Presiden AS Donald Trump dan rombongannya meninggalkan Beijing tanpa membawa suvenir atau barang pemberian dari pejabat China.
Delegasi Amerika Serikat (AS) membuang sejumlah barang dari China sebelum menaiki Air Force One itu sebagai langkah bukan sekadar alasan protokoler, melainkan berkaitan dengan kekhawatiran terhadap potensi spionase, pelacakan, dan risiko keamanan siber.Arahan tersebut berlaku ketat bagi seluruh rombongan AS, termasuk staf Gedung Putih dan wartawan Amerika yang mengikuti kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China.
Baca juga: Xi Jinping Undang 50.000 Remaja AS ke China, Apa Tujuannya?
Tidak ada barang asal China yang diizinkan masuk ke pesawat kepresidenan AS tersebut, sebagaimana diberitakan India Today pada Sabtu (16/5/2026).
Barang-barang pemberian pejabat China dikumpulkan di dekat tangga pesawat, lalu dibuang ke tempat sampah sebelum rombongan meninggalkan Beijing.











