Penulis: Lilia Rzheutska/DW Indonesia

KYIV, KOMPAS.com - Pada 11 Mei, Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) dan Kejaksaan Antikorupsi Khusus (SAP) mengumumkan status tersangka terhadap mantan Kepala Kantor Presiden, Andrij Jermak.Dalam sistem hukum Ukraina, langkah ini setara dengan dimulainya proses dakwaan di pengadilan.

Jermak dituduh terlibat dalam pencucian uang sebagai bagian dari kelompok terorganisasi. Dia terancam dapat dijatuhi hukuman penjara antara delapan hingga dua belas tahun.

Baca juga: Rusia Ngamuk Sekutunya Jamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Menurut lembaga antirasuah tersebut, kelompok yang diduga melibatkan Jermak mencuci uang sekitar 460 juta hryvnia, sekitar sembilan juta euro atau Rp 185 miliar, melalui sebuah proyek pembangunan mewah di dekat Kyiv.