WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Lebanon dan Israel sepakat untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 45 hari ke depan.
Keputusan ini dicapai dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), di tengah eskalasi kekerasan baru yang kembali meletus, sebagaimana dilansir Euronews, Jumat (15/5/2026)Kesepakatan gencatan senjata semula dijadwalkan berakhir pada Minggu (17/5/2026) itu kini resmi dilanjutkan demi membuka jalan bagi proses diplomasi yang lebih mendalam.
Baca juga: Usai Palestina, Lebanon Selatan Diklaim Warga Israel sebagai “Tanah yang Dijanjikan”
"Penghentian permusuhan sejak 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott.
Sebagai langkah tindak lanjut dari perpanjangan gencatan senjata ini, pemerintah AS telah menyusun sejumlah agenda pertemuan penting untuk kedua negara.










