WASHINGTON, KOMPAS.com - Jaringan kedai kopi Starbucks akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawan kantor pusat di Amerika Serikat (AS).
Ini merupakan gelombang PHK ketiga di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Brian Niccol.
Pada hari Jumat (15/5/2026) waktu setempat, perusahaan mengumumkan berencana menutup beberapa kantor pendukung regional sebagai bagian dari upaya pemulihan yang sedang berlangsung.Selain akan memangkas 300 pekerjaan di AS, Starbucks telah memulai peninjauan terhadap tenaga kerja korporat internasionalnya.
Baca juga: Rupiah Anjlok ke 17.600 per Dollar AS, Industri RI Tertekan dan PHK Mengintai
Sedikit catatan, pemutusan hubungan kerja ini tidak memengaruhi karyawan kedai kopi mereka.







