HALMAHERA UTARA, KOMPAS.com - Empat hari setelah erupsi Gunung Dukono yang menewaskan dua pendaki Singapura dan satu pendaki Indonesia, Reza Selang mengaku masih sangat terpukul.
Reza adalah pemandu yang membawa tiga orang itu dan 17 lainnya ke puncak Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026).Dia lolos dari maut, tetapi menyaksikan sebuah batu besar terlempar dari kawah dan menimpa dua pendaki tepat di depan matanya.
Baca juga: Pilu Istri Pendaki yang Tewas dalam Erupsi Gunung Dukono, Baru Menikah 6 Bulan
"Sampai sekarang saya masih sangat terpukul," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin pagi.
Menurut pria berusia 35 tahun itu, rombongan tiba di Desa Mamuya pada Kamis (7/5/2026), sekitar pukul 12.00 WIT. Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju titik awal pendakian dan tiba di shelter lima jam kemudian.









