KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tidak gentar oleh sentimen publik sepanjang kariernya yang berlangsung selama beberapa dekade.

Termasuk ketika upayanya, yang ia sebut untuk kesejahteraan Malaysia, membuatnya mendapat label "diktator".Dalam sebuah wawancara di film dokumenter, ia menceritakan kisah perjalanan kariernya hingga mencapai ke posisi politik tertinggi di Negeri Jiran.

Mahathir menceritakan perjalanan politiknya tersebut dalam sebuah film dokumenter Malaysia berjudul My Name is Mahathir mengenai kehidupan profesional hingga rumah tangganya.

Baca juga: Mahathir Mohamad Alami Patah Tulang Pinggul, tapi Tak Bisa Dioperasi

“Saya selalu ditanya apa warisan saya. Saya tidak peduli tentang itu. Mereka mungkin mengidentifikasi saya sebagai diktator, itu hak mereka,” kata pria berusia 100 tahun itu dalam film tersebut, dikutip dari SCMP, Kamis (14/5/2026).